السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

25 Agustus 2014

Rocky Mountain dan ski di Colorado (1)

Bermain ski adalah keinginan terbesar saat bisa berkesempatan tinggal di negara yang memiliki musim dingin. Saat keinginan itu ada, sebuah rencana mulai dibangun, dan pada akhirnya ternyata kesempatan itu datang di penghujung Februari 2014. Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada rencana yang bertemu manis dengan kesempatan. Aku bisa mewujudkannya. Alhamdulillah. :D

-------------
Aku tinggal di Vineland, New Jersey. Tidak jauh dari rumah, di negara bagian Pennsylvania, terdapat tempat untuk bermain ski. Aku ingin bermain ski, tapi bukan disana, aku ingin di pegunungan Rocky. Pemikiran ini aneh pada awalnya, karena tentu bukan perkara mudah untuk sampai kesana tapi juga bukan perkara tidak mungkin untuk kesana. Ya inilah contoh orang yang keras kepala, hingga aku pernah pusing pada diri sendiri mengapa aku jadi orang yang keras kepala. Ya, aneh. hehe

Keinginanku untuk ke Denver, Colorado sangat kuat. Lebih kuat daripada hasrat mencari pacar saat itu meskipun sudah lama menjomblo. :D. Disela-sela makan siang aku kadang bertanya kepada Manager di tempat kerjaku, Philip, mengenai Denver. Dia sangat baik, atau dia terlalu baik untuk seorang Manager karena kadang aku tidur di sofa selepas makan siang dan dia diam saja tak menyuruhku untuk kembali kerja. tau kenapa? karena disaat yang sama dia juga tidur di kamar. wkwkwk...#intermezzo kawan.

Me: Hi Phil, have you ever been in Denver, Colorado?
Phil: ya I was with my family in 2010. There's so cold, it was November and the snow's so crazy high, but i love Denver. The best time is in Spring. Why?
Me: I really wanna go there for skiing in Rocky Mountain. Oh my dream, it's gonna be the first and the last chance for me, just want to try it before going back to Indonesia in last February next year.
Phil: wow You're crazy...
Me: Yes i am
Phil: You should go to the Red Rock, one of the most popular place in Colorado, em but not in Winter. :). i show you the picture...
Me: I have no time to go places, just two or three but the thing that i really want to.
Phil: em nice....(itu bener-bener bukan jawaban solutif yang diharapkan wkwk)

Tapi setidaknya dari percakapan pendek itu aku tau jika Phil menyukai Denver, bukan perihal buruk jika aku tetap melanjutkan keinginan untuk pergi kesana.

Februari 2014
"Aku tidak memikirkan masa depan, itu akan datang segera" Albert Einstein. Quote itu seakan mantra sihir yang menjadi-jadi di pikiran. Memang bener sih, masa depan akan datang, dikejar ataupun dibiarkan, iya akan tetap datang disaat yang itu-itu juga, tinggal diri kita saja yang harus selalu siap dengan datangnya masa depan. Yeahhhh, Perjalanan musim dingin akan segera di mulai......siap siap siap...
Eldora Mountain Resort, Rocky Mountain, Colorado
Disini South-East, waktu berbeda dua jam lebih lambat daripada EST #tolong double check ya :). Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dari New York-North Carolina (transit)-Colorado, akhirnya sampai juga di Denver International Airport. Aku terbiasa duduk didekat jendela, dan selama penerbangan berkesempatan melihat keluar jendela, dimana daratan Mid-West Amerika terlihat jelas, jelas tertutup salju. ckck. putih saja kawan...Setauku, Mid-West merupakan lumbung pangan Amerika, terlihat jelas dari udara skema rancangan lahan untuk pertanian di sana. Cukup mencengangkan karena itu merupakan daratan yang sangat luas. Barangkali impor kedelai Indonesia dari Amerika juga datangnya dari sini, perlu double check...

Ada kejadian yang sangat lucu di Denver International Airport, saat aku datang. Sedang asik berjalan mengamati desain arsitek airport, jujur, airport ini adalah yang paling unik dan paling aku sukai desainnya. Melewati sekumpulan anak-anak high schoolnya Amerika yang lagi pada duduk lesehan di lantai, terdengar suara bisikan seorang remaja perempuan kepada teman-temannya yang juga perempuan "is it a boy or a girl?". Sontak semua anak-anak di sana tertawa. wkwk. Jelas! pertanyaan itu mengarah kepadaku yang saat itu melintas, tapi aku stay cool aja, bodo amat. Waktu itu rambutku memang panjang hingga aku bisa memasukkannya ke dalam mulut. Tak banyak orang Amerika yang punya rambut panjang, mereka lebih memilih potongan pendek rapi. Oleh karena itu menjadi sebuah perhatian ketika rambutku panjang-berkulit coklat-dan pendek berkeliaran di Amerika. :) keliaran....

Keluar dari Airport, betapa terkejutnya, karena patahan pegunungan Rocky tepat di hadapan. Sejauh mata memandang dari ujung ke ujung. Tertegun untuk beberapa saat, rasanya seperti bertemu gebetan #eh|apasih. Benar-benar bersyukur, Alhamdulilah, mata ini, hati ini, bisa diberikan kesempatan untuk melihat Maha Karya Rocky Mountain. Tinggal selangkah lagi untuk bisa main ski.

Aku kemudian naik bis yang langsung menuju ke Denver downtown, capital city of Colorado state. Mengandalkan bertanya pada orang setempat juga petunjuk peta dan GPS off-line yang ada pada Ipad maka tidak ada kekhawatiran akan tersesat di kota ini. Sore hari, aku sampai di pusat kota. Segera menuju penginapan yang sudah dipesan sebelumnya. Aku harus istirahat malam ini karena besok adalah jadwal untuk main ski.




To be continued.....

Bertemu Sahabat di Washington DC

Ini adalah perjalanan di akhir November 2013, seorang kawan telah menghubungi dua minggu sebelumnya agar bisa bertemu di Washington DC sebelum kepulangannya ke Indonesia. Vecky, sahabat kuliahku, kami mengambil jurusan yang sama, Ilmu Tanah IPB. Kami begitu dekat, apalagi ketika harus menceritakan bagaimana melewati masa kuliah dengan bermain perkusi bersama dibawah naungan nama VARARA. Banyak pelajaran positif dan hal-hal bodoh kala itu, dan hari ini semuanya terasa berharga. Entahlah, tapi itulah kenangan, kami melakukan hal terbaik yang kami bisa untuk membunuh waktu.

Di waktu yang tidak jauh berbeda, seorang kawan justru baru saja datang ke USA dari Indonesia. Dedek, ia mendapatkan kesempatan untuk magang di perusahaan Metrolina Greenhouse di North Carolina selama satu tahun. Seakan semuanya sudah ada yang mengatur maka kami memutuskan  melakukan pertemuan di Washington DC bersama-sama. Intinya sih jalan-jalan :D. Ya jalan-jalan, untuk mengumpulkan pengalaman demi pengalaman, potongan demi potongan perjalanan hidup, titik demi titik pembelajaran, dan pada akhirnya adalah menemukan suatu pemikiran yang supremasi tentang hidup. Tsahhhh....Ngomong apa dewek ini...:D

-------------------------
H-1 Pertemuan

>>16.30 EST
Hari ini badan cukup lelah, tapi selalu ada porsi tenaga dan pikiran untuk jalan-jalan, "disana akan ada hal baru yang aku dapatkan" gumamku. Mandi, packing, dan itinerary sudah beres. Daniel, temanku dari Brazil sudah menunggu, ia bersedia mengantarku ke bus station, jaraknya hanya 8 mil dari rumah. Rencana rute perjalananku adalah menggunakan rute Vineland-Philadelphia-Baltimore-Washington DC. Transportasi di USA umumnya tepat waktu, aku akan sampai di Washington DC tepat tengah malam. Selama perjalanan aku isi waktu dengan beristirahat, lalu sekadar berpikir tentang mimpi-mimpi yang belum tercapai, langkah-langkah yang perlu diambil, melamunkan sesuatu hingga batas-batas kongkrit sampai jenuh. Tak terasa semua itu mengantarkan aku tertidur lelap.

>>24.00 EST
Akhirnya, tengah malam, sampai juga di Union Station, Washington DC. Suasananya cukup lengang karena tak begitu banyak orang yang datang tengah malam sepertiku, juga karena ini bukanlah musim liburan bagi orang Amerika, ya ini musim dingin di akhir November. Aku kemudian membeli kue dan minuman untuk mengganjal perut, lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki ke sebuah hostel yang sebelumnya sudah direservasi, jaraknya hanya 500 m dari pusat kota. Jalan kaki beberapa blok saja, dan sampai. Sementara itu, Vecky masih dalam perjalanan Ohio-Washington DC dan Dedek masih dalam perjalanan North Carolina-Washington DC, aku yang pertama sampai sementara mereka akan sampai besok pagi.

Hari Pertemuan

>>07.00 EST
Aku baru bangun beberapa saat yang lalu, ini bukan kesiangan bangun, tapi di negara empat musim memang butuh suatu pola adaptasi yang dinamis terhadap perubahan waktu panjang siang dan malam, penggunaan daylight saving time jadi tantangan tersendiri bagi tubuh, respon jam biologis untuk istirahat dan aktivitas berubah kadang sampai pada taraf yang mengganggu. Maklum, aku anak negara tropis, terbiasa dengan kenyamanan hidup di titik khatulistiwa dimana panjang siang dan malam hampir rata-rata 12 jam. Eh, kok jadi cerita ini ya, hehe...ini cuma penjelasan biar gak disangka telat bangun :D. Ayo mandi dan siap-siap berangkat.

>>70.30 EST
check out, go went gone ke  Union Station, menemui Vecky dan Dedek.

>>09.00 EST
40 menit sebelumnya aku sudah sampai di Union Station, sambil menunggu, sarapan pagi dulu di Mc Donalds sekaligus dijadikan titik pertemuan kami disana. Dua cups oatmeal jadi santapan favorit -emmm enaknya oatmeal kebanyang beutttt-, di Mc Donalds Amerika tak banyak jenis makanan yang bisa aku makan, cuma oatmeal dan fish fillet, maklum aku seorang muslim yang selalu ingin menjaga makanan halal dan baik saja yang dimakan.

Sedang asik sarapan, tiba-tiba ada yang menyapa "woooiiiii, dimana lu ini Mangggg*, w cari-cari, muter-muter, ternyata disini. Ah, kehalang banget tempatnya. Gondrong banget lw sekarang. Hua haha haa..." ||coba tebak, siapa itu? benar, itu Vecky, agak riweuh, khas dengan volume suara keras saat menyapa|| sementara Dedek menyapa dengan Anyoooooonnnkkkkk.......hahahaha. Yah this is it, akhirnya kita ketemu.

"Welcome to Washington DC guys..."sok jadi tuan rumah :D, tapi bukan tanpa alasan. Pada musim panas lalu, tepatnya on 4th July atau perayaan independence day orang Amerika, aku pernah berkunjung ke Washington DC. Ini adalah yang kedua kalinya.

Apa neh rencana kalian? tanyaku...
Kita simpen aja dulu barang-barang di penginapan, abis itu kita jalan. Dedek menimpal...
Ok! pungkasku...

Oi Mang, makan neh oatmeal, masih ada satu lagi. Baru kita jalan. Tawarku ke Vecky...
*kami terbiasa menggunakan sapaan Mang satu sama lain. Itu merupakan tanda keakraban, semua  bermula dari VARARA.

>>11.00 EST
Kami memulai perjalanan dari Union Station mengarah ke Capitol building, Washington Monument, Smithsonian National Museum of Natural History, dan berakhir di Abraham Lincoln Memorial. Sambil berjalan, diselingi berfoto ria di titik yang menarik menurut kami, seperti dipelataran Union Station yang banyak terdapat burung merpati disana. Seruuuu, ya tentu seru!....karena jarang di Indonesia ditemukan tempat dimana ekosistem yang memuat unsur abiotik, manusia, hewan, dan tumbuhan bisa hidup bercampur dalam dimensi yang sama tanpa saling menggangu. Namun disini, burung bebas terbang dan hinggap, tupai bebas melompat dari pohon ke pohon, ada semacam kebebasan untuk hidup bagi semua organisme hidup untuk menunjang terciptanya suatu keberadaan ekosistem kota yang nyaman.


Union Station, Washington DC
Pagi-pagi banget datang kesini, masih sepi dan bersih (baca: emang selalu bersih)
Kawanan burung merpati di Pelataran Union Station
Capitol building, taraaaaaaaa......!
Vecky & Rifki
Bahaya neh, calon orang-orang kerennnnn, wkwkwk, narsis mode on!
Rifki, Dedek, & Vecky

>> 14.00 EST
Berdiri di Smithsonian National Museum of Natural History. Tempat yang sangat sesuai bagi orang-orang yang ingin belajar tentang ilmu kehidupan, dimana sejarah kehidupan dari waktu ke waktu telah mengantarkan manusia hidup sampai dengan hari ini bisa ditemukan informasinya di museum ini. Bagaimanapun, masa lalu adalah cikal bakal hari ini, penting bagi kita untuk mengetahuinya, apa yang terjadi saat itu karena hal tersebut bisa menjadi dasar untuk membaca apa yang akan terjadi di masa depan. Ingat, hidup adalah sekumpulan pola. Peristiwa yang pernah terjadi di masa lalu mungkin saja terjadi lagi hari ini atau di masa depan.

Kesan pertama saat masuk adalah tercengang, :D , ekspresi umum untuk orang sepertiku karena kagum. Kesan kedua adalah munculnya rasa ingin tahu yang tinggi terhadap apa saja yang ada di dalam Museum ini. Sebenarnya butuh waktu seharian penuh bagi siapa pun yang ingin tau sepenuhnya tentang apa saya yang ada di dalam Museum. Namun karena keterbatasan waktu, kami harus menentukan prioritas, dan keputusan jatuh pada pilihan untuk menonton IMAX tentang sejarah jaman es dan bagaimana para Mammoth melewati itu semua.

Smithsonian National Museum of Natural History
>>16.00 EST
Washington Monument. Mungkin ini adalah tempat populer kedua yang ingin dikunjungi setelah Capitol Building oleh para pelancong di Washington DC. Monumen berbentuk obelisk ini dibangun dipersembahkan untuk presiden Amerika pertama yaitu George Washington atas jasanya yang memerdekakan Amerika dari jajahan Inggris. Bagi orang yang tidak mengerti sejarah sepertiku, pada awalnya berfoto di depan monumen ini tidak memberikan kesan apapun karena berpikir tidak ada bedanya dengan berfoto di depan Monumen Nasional di Jakarta, :D tapi setelah mengerti sedikit banyak mengenai latar belakang sejarah yang ada didalamnya maka muncul sisi pemahaman yang lebih mendalam mengapa banyak orang  ingin berfoto di depan monumen ini.

di komplek Wasington Monument
Abraham Lincoln Memorial
Abraham Lincoln Memorial adalah tempat yang sangat powerful bagiku. Bukan karena seringnya melihat wajah dia di pecahan uang dollar $5, tapi entah kenapa, presiden Amerika ke-16 ini selalu mengantarkan pemikiranku tentang pengaruhnya yang sangat besar bagi Amerika di masa lalu bahkan sampai dengan hari ini. Memahami dia adalah memahami bagaimana untuk menjadi orang besar, itu pikirku. Dan taukah kamu, :), bangunan memorial ini arsiteknya menyerupai kuil-kuil di yunani, jadinya seperti tidak sedang berada di Amerika untuk beberapa saat. Hehe. Tak terasa, ini merupakan tempat terakhir yang kami kunjungi hari ini, hari ini melelahkan dan menyenangkan.

Perpisahan

>>18.00EST
Ini bagian yang sangat berat. Baru saja bertemu tapi harus langsung berpisah lagi di hari yang sama. Aku harus berpisah dengan Vecky dan Dedek setelah seharian penuh kita sudah jalan-jalan bareng. Besok harus masuk kerja karena sedang banyak pekerjaan di Greenhouse yang sudah menunggu. Sebetulnya sangat disayangkan, tapi ini adalah bentuk profesionalisme yang perlu diambil meski konsekuensinya sangat tidak mengenakkan. Semoga saja, suatu saat nanti masih ada kesempatan untuk bertemu lagi bersama mereka di suatu tempat yang populer di muka bumi.

*tulisan ini hanya sekedar cerita narasi-deskripsi.

13 Januari 2014

Karena Bahasa Tuhan tak Selalu Kata-kata


Hi semua :)
Pagi untuk negriku tercinta Indonesia!
Good evening for everyone in U.S.A.!

Indeks:
@ = attention
1# = badan artikel
(Soilscaper '07) = pendapat penulis
--- = tanda yang memungkinkan ide tulisan berbeda

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ehmmm, seperti judulnya, tulisan ini memuat hal yang isinya jauh dari kecenderungan yang selalu saya tulis di blog. Tulisan ini bersifat opini pribadi jadi mohon maaf bila akan merusak cara berfikir. Agak sedikit emosional dan menyisipkan sisi spiritual, tapi gak meninggalkan nilai intelektualnya karena ada sedikit disisipkan ilmu philosofis - "w kan udah kecampur sedikit budaya Amerika, harusnya sih gak percaya sama hal yang bersifat philosofis". preeeet -- by the way, sok banget ya pembukaannya :D

@ yuk kita mulai, pasang serius ya Bro/Bri

1#
-------
Ini adalah tentang sikap bagaimana kita bisa membaca setiap keadaan disekeliling kita setiap waktu menjadi sebuah informasi, lalu mengolah informasi tersebut menjadi sebuah pelajaran dan meningkatkan kualitas diri kita sebagai individu. Lebih ringkasnya, kalo bahasa Muhammad SAW mah "ahli hikmah" - kita bisa memetik hikmah dari sebuah kejadian menjadi begitu bernilai sebagai bekal perjalanan setelahnya. "orang yang beruntung itu adalah orang yang lebih baik dari sebelumnya" ~ Hadits.

Sejarah dimulai, dan semenjak itu orang mulai mengenal sesuatu dengan memberikan nama.
Lalu nama-nama tersebut dijadikan alat komunikasi yang disebut "bahasa". Ya bahasa. Dan setiap bahasa berbeda di setiap tempat karena bahasa lahir hasil manifestasi pengaruh dari lingkungan. Sederhananya, - coba perhatikan secara mendalam tentang lahirnya bahasa-bahasa baru di sekitar anda, seperti bahasa slang, bahasa alay, bahasa antar teman, bahasa antar komunitas, dan sebagainya, lalu renungkan bagaimana proses bahasa itu tercipta dan diterima sebagai alat komunikasi. (Soilscaper '07)

-bahasanya ahli fisika, misal Sir Isaac Newton, pasti dia berkomunikasinya lewat rumus-rumus fisika.
-bahasanya ahli kimia, misal Dalton, pasti dia nerangin pake reaksi senyawa-senyawa kimia.
-bahasanya ahli matematika, misal Alkhawarizmi, pasti berkomunikasinya lewat angka.
-basahanya aku-padanya, rahasia dongggg...hehe #garing

@ please, be serious again

Namun, berdasarkan penyampaian diatas perlu diketahui bahwa orang-orang tersebut belajar sesuatu dari lingkungan sekitarnya atau bisa dikatakan belajar dari alam. Mereka memiliki kemampuan lebih dibandingkan dengan manusia pada umumnya dalam hal "memperhatikan kejadian". Lingkungan dan dirinya seakan berkomunikasi satu sama lain sehingga dimengerti, lalu kemudian diterjemahkan pengertian itu kedalam sebuah bahasa tertentu. Ini juga adalah cara yang digunakan oleh para peneliti dengan membuat suatu hipotesa ketika mereka akan melakukan penelitian, kemudian ditarik sebuah kesimpulan tertentu berdasarkan pada hasil akhir.

Sebenernya orang-orang hebat itu adalah orang yang bisa membaca keadaan toh. Kalo kita bisa membaca keadaan maka sedikitnya kita bisa memprediksi apa yang akan terjadi setelahnnya - yah bisa dibilang masa depan. Habibie (mantan presiden RI ke 3) bilang, "seorang pemimpin itu harus memiliki jiwa yang visioner", emm membaca keadaan toh.

Ok lanjut, ini adalah bagian yang lebih mendalam. Jika kita perlu membaca keadaan, membaca lingkungan, membaca alam, maka! pertanyaannya : Siapa sih yang menciptakan alam ini?
jawabannya adalah ... tahan.... tahaann....(jrengggg)

"dan, Dia-lah (Allah SWT) yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa.... QS 11:7

"Sesungguhnya dalan penciptaan langit dan bumi, dan bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal".

Siapa sih orang yang berakal itu?
Ini dia:

 "(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau... ". QS 3: 190-191


@ ok ok, sekarang gak usah terlalu serius, rileks dikit... :)

2#
----------
Jika saya hubungkan tulisan 1# dengan judul blog ini maka inti yang saya ingin sampaikan adalah pelajarilah hadist dan Al-quran sebagai dasar belajar ilmu alam, "jadilah ahli hikmah" dan "ingat! bahasa Tuhan, tak selalu kata-kata". Pola kombinasi kemungkinannya banyak dan nyata, - sebagaimana nikmat yang Ia berikan toh, yakni dari arah yang tidak disangka-sangka.

Mungkin,
:: kita belajar tentang kesejukan dengan menghirup udara pengunungan yang segar atau momen setelah hujan
:: kita belajar tentang keindahan dari bunga mawar yang mekar atau kupu-kupu yang hinggap diatasnya
:: kita belajar tentang senyuman hanya dengan memandang langit yang biru atau pelangi yang membusur sesaat setelah hujan
:: kita belajar tentang nada yang menenangkan hanya dengan mendengar sapuan angin pada dedaunan kering atau kicau burung dipagi hari
:: kita belajar tentang indahnya perpisahan saat gugurnya daun dimusim gugur
:: kita belajar tentang betapa kecilnya kita saat berdiri tegak di puncak gunung
:: kita belajar tentang arah dari rasi-rasi bintang
:: kita belajar tentang waktu dari rotasi bumi dan revolusi bumi
:: kita belajar tentang hujan dari siklus hidrologi
:: kita belajar tentang keseimbangan dari pergerakan alam
:: kita belajar berpikir karena kita punya OTAK dan AKAL! @

Sungguh, kebanyakan dari kita lalai _ maka nikmat mana lagi dari Tuhan-mu yang kamu dustakan

Ia ajarkan,
:: harapan setelah kegagalan
:: bermurah hati setelah kehilangan
:: lemah lembut setelah rasa sakit
:: tegas setelah terlampau jauh
:: pengertian setelah amarah
:: lelah setelah bekerja keras
:: kekhawatiran setelah hari ini
:: jalan keluar setelah masalah

Ia ajarkan,
:: hangat seperti mentari
:: kokoh seperti gunung
:: keteduhan seperti awan
:: segar seperti udara
:: menenangkan seperti riak air
:: berwarna seperti cahaya
:: cinta pada kekasih ---- saya seneng banget neh kalimat ini :D

Menutup bahasanya Ia berkata:
"Those who have believed and whose hearts are assured by the remembrance of Allah . Unquestionably, by the remembrance of Allah hearts are assured. QS Ar-rad 28"


3#
--------
Semoga dengan tulisan yang sederhana ini bisa memberikan manfaat, dan kita bisa mengimprovisasi diri untuk "bisa lebih banyak belajar tentang bahasa-Nya" karena begitu luasnya ilmu di sekitar kita dengan probabilitas yang tak terbatas.

@@ apa bahasa-Nya untukmu? Anda bisa menulisnya di kolom komentar jika berkenan.
  
IMHO,
Rifki Rahmatullah / Soilscaper '07

12 Januari 2014

Overlooking Baltimore Inner Harbor with my Coffee

"Baltimore is the biggest city in Maryland State and its Inner Harbor made me speechless in hours at once in that morning."
---------------------------
I knew Baltimore because i passed it when i was going to visit Washington DC together with my friends in the summer. It was actually Independence Day of U.S. on July 4th in 2013. Just several minutes saw the city, but Baltimore seemed wonderful in my mind. Ravens Football Stadium's landmark that i really did strongly remember on the city. Then at the time, i promised me that i would love to sit with a cup of coffee in Baltimore someday.

Yesteryear in September, my words came true. I had a chance to visit Baltimore. Of course, it's absolutely happy for visiting this city not only because Baltimore incredibly cool but also every single city that i have been there gave me good lessons. ||Yes, that's the most important part lives in U.S., i do need to get new lessons, i do need to get new experiences||. So, Baltimore would obviously teach me something new as well, for example about: public transportation service, best places, skyscrapers, residence, culture, sport, infrastructure, and etc.

Saturday in the afternoon. I started my trip by bus from Vineland, a small city in New Jersey State where i have been living since nine months ago. First, i have to go to Philadelphia by NJ Transit bus and change it with Greyhound bus to get Baltimore. I got the last itinerary from Philadelphia to Baltimore and i made it because i would take a rest on the bus as long as my trip going on.

Sunday in the morning finally i got Baltimore. I was hungry, then i bought some breakfast like oatmeal and some coffee in Mac Donald. I bought them for going to be eaten in Inner Harbor. It was all the thing that i really wanted to do >> having breakfast with great view of Baltimore Inner Harbor and downtown.

Reflection on it...
---------------
Unique, strong, and beautiful are photographic memories that i brought after hours sitting and overlooking Baltimore Inner Harbor from Federal Hill. I wonder about how they be able to build this place, how they made spacial planning for this city, how architects designed these building, how engineers made up every boat in harbor, how much money's always cycled in this place everyday, ||- Who people are behind of all of these -||. And the biggest question in my mind was reflected to myself : "why could not my home country - Indonesia - have cities like Baltimore? What's the problem with my country?"
------ come on,  "if they could do all of these, so why we couldn't." At the moment just my coffee that really understood up about my ridiculous questions.
uh so bloody. :D
Baltimore Inner Harbor and Downtown
Baltimore's National Aquarium
As many big cities in U.S.A., tendency they have so many great places like Science Center, Aquarium, Museum, Park, Zoo, Library, Stadium, Port Authority, Viewing center etc. And that day, Baltimore's National Aquarium's the most attractive for me, its building is really architectural and the aquarium is one of the best in North America. I spent time at 10.00 clock in the morning to get into the Aquarium and be finished 03.00 PM in the afternoon. Watching and learning about a lot of thing in this place, of course!. The aquarium's wonderful, i found cool things, and the greatest things about this aquarium are 4D movie and blacktip coral reef model that they adopted from real ecosystem.

In the afternoon i got launch and then continuing visited downtown by using public transportation service for free. That's my habit every visit city because i want to see the city from a lot of angles and perspectives. The downtown's still great as well i saw it from Federal Hill in the morning.
 
-------
Enough with my trip, so tired. I gotta go back to Vineland.

Thanks for reading :)
Rifki Rahmatullah/Soilscaper '07

6 Januari 2014

Boston Brings Me to Increase My Spirit Up

Boston Downtown
Boston in Massachusetts State was the strongest city that pulled me out to be touched down. The reason's Boston really close to Harvard University and Massachusetts Institute of Technology (MIT) in Cambridge.

Cambridge was freak me out to dive in unlimited spirit. Damn, it's true!.
The only two interested things for me to visited Cambridge are about Harvard and MIT. They're two of the best university on earth, at least 7th on the top university. Everyone who has passion to be a scientist obviously would open their eyes widely because these university reputation. People who are connected in these university always have big thinks, Noble Prize as the ultimate honor is just on their track. ----// for further information about them can be checked by Googling.

---------------------------------------------------------------------------------

Harvard and MIT have been giving me spirit in unlimited number for looking at my next step.
Yeah, my next step is to get Master Degree.
Here we go!

I do have a dream to continue Master Degree somewhere in Europe. The target is Germany or Netherlands. Actually, i have been living in USA for one year, but i don't even think a while to continue Master Degree here because i want to see, to learn, and to create some different things in Europe. I hope so. I do believe that "a lot of new things in living reality will give me agility to see the whole world in massive perspective". It because every single living thing is connected each other, so massive perspective will be pathway to show the beauty of life. At the moment, i will see something straight about our life is perfectly connected to God --- that's the only one i dream of.

My passion is running on molecular biology, diversity, and agricultural engineering. That passions were influenced by working environment and my hobbies after graduated from Bogor Agricultural University in 2012. Now, i am learning about greenhouses in New Jersey.

#1. Working in agricultural area has been bringing me to live side by side with nature. I did pay attention for everything around me like biotic and abiotic things as living component. Water, air, relative humidity, temperature, pressure, nutrient, pesticide, growth regulator, plant, insect, etc are teaching me wonders. When they are working together, they are showing me "LIFE, BEAUTY, and EQUITY". :o

So, how do our life come from? - i said, God gives us | that's it/ no more | because i am a Muslim - Simple statement, isn't it? but it's really radical for people who have different way in faith.
We should breakdown "the statement to scientific evidences". That's a challenge!

On the other history, when James Watson and Crick in 1962 found DNA structure, many scientists believe it's gonna be begin of life science. In that time people did attention to DNA as a fundamental aspect to create our living exist, but DNA is a molecule that created by atom. Wussshhhh....Jumping to another topic about atom, when John Dalton found atom theory (it was high school lesson :o) in 1803, modern physic was borned. Then apparently, scientist could divide atom to subatomic particles. Hoohhh, life is never end because you know that in 2013 Peter Higgs and Francois Englert got a Nobel Prize for their theory about High Boson - this theory can explain about how the universe made. ok Sorry, now i am confused. heuu...but, again, life is never end.

Finally, i want to say that my concept about life that encourage me to learn about Molecular Biology is coming from 1# story. Why i want to get molecular biology subject is because it can cover atom and DNA focus area.

#2. Willingness to learn about agricultural engineering grew up because when i was working in greenhouses, it used to relate with engineering. For example: Greenhouse construction, transplanting machine, filter, injector, boiler, sensor climate, irrigation system, and any supporting infrastructures and utilities. Commonly, they are computational operating system. Recently, these reasons also bring me to get passion in agricultural engineering.

Last but not least, i do have some passions to spread my professional career. They are growing up stronger after i visited Harvard and MIT. And i should walk through Master Degree experience in Europe to make them solid.

Harvard University
Massachusetts Institute of Technology

Regards,
Rifki Rahmatullah/Soilscaper '07
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
powered by Rifki Rahmatullah | Modified from: Lasantha - Premium Blogger Themes | .