السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

6 Januari 2012

Pengaruh Pemupukan Terhadap Kandungan Klorofil dan Kandungan Unsur Hara N dan P pada Tebu Transgenik IPB 1

Judul Penelitian : Pengaruh Pemupukan Terhadap Kandungan Klorofil
dan Kandungan Unsur Hara N dan P pada Tebu Transgenik IPB 1
Oleh : Hadi Wisa Nugraha, NIM A14070032
Pembimbing : Dr. Ir. Dwi Andreas Santosa; Dr. Ir. Syaiful Anwar, M.Sc

RINGKASAN

        Penurunan produktivitas tanaman tebu dan konversi lahan perkebunan tebu ke non tebu terus terjadi, sementara itu kebutuhan gula di Indonesia semakin meningkat. Perbaikan pada bibit unggul, kultur teknis, manajemen angkut, dan teknis budidaya akan mampu membantu pemerintah dalam mencapai swasembada gula pada tahun 2014. IPB sebagai salah satu satu institusi yang bergerak dan fokus dalam bidang pertanian ikut  melakukan upaya-upaya dalam membantu program swasembada gula di Indonesia. Salah satunya adalah dengan melakukan riset atau penelitian tanaman tebu transgenik. Tebu transgenik ini adalah tebu hasil rekayasa genetika yaitu dengan menyisipkan gen fitase untuk meningkatkan produksi dan menghemat pemupukan (Santosa et al., 2007). Terkait dengan upaya-upaya tersebut dilakukan pegujian kandungan klorofil dan hara N dan P pada tanaman tebu transgenik IPB 1 untuk melihat lebih jauh kemampuan tebu transgenik IPB 1 ini dalam menghemat pemupukan.

         Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan PG Djatiroto, PTPN XI, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Laboratorium ICBB, Laboratorium Bioteknologi Tanah dan Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah. Sebanyak 23 klon tebu transgenik IPB 1 dan 1 klon tebu isogenik PS 851 ditanam dengan empat perlakuan yaitu a (pemupukan N 50% dan P 50%), b (pemupukan N 100% dan P 50%), c (pemupukan N 50% dan P 100%), d (pemupukan N 100% dan P 100%) dan tiga kali ulangan dalam petakan seluas 10.000 m2. Sampel tanaman untuk analisis klorofil dan kandungan hara N dan P diambil dua kali, yaitu saat tebu berumur 6 bulan dan 9 bulan. Analisis kandungan klorofil dilakukan dengan dengan metode Wintermans and De Mots (1965) sedangkan kandungan hara N dan P dengan metode pengabuan basah. Skoring pada keragaan tanaman tebu juga dilakukan untuk mencari tujuh klon tebu terbaik. 

         Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon pemupukan dengan dosis tinggi pada tebu isogenik PS 851 mengakibatkan tebu memiliki kandungan klorofil, hara N dan P, hasil bobot, rendemen, dan hablur lebih tinggi sedangkan pemupukan dengan dosis tinggi pada tebu transgenik IPB 1 tidak berpengaruh terhadap kandungan klorofil, hara N dan P, hasil bobot, rendemen, dan hablur. Berdasarkan skoring keragaan dan hasil diperoleh tujuh klon terbaik tebu transgenik IPB 1. Tujuh klon tebu transgenik IPB 1 ini memiliki keragaan dan hasil yang paling baik diantara klon tebu transgenik IPB 1 lainnya. Klon-klon tersebut adalah klon tebu transgenik IPB 1-1, 3, 6, 42, 52, 56, dan 59.

Kata Kunci: klorofil, kandungan hara N dan P, pemupukan, tebu transgenik IPB 1


Lihat juga Ringkasan Seminar Rifki Rahmatullah:
Pengaruh Pemupukan terhadap Keragaan dan Hasil Tebu Transgenik IPB 1 di PG Djatiroto, Jawa Timur.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
powered by Rifki Rahmatullah | Modified from: Lasantha - Premium Blogger Themes | .